RINDU LANGIT

26/06/06

rindujiwa


perempuan imaji



jejak yang kuayunkan telah pun sampai  pada titik nol
berbekas di atas cadas
mungkinkah ini karena hati terlalu keras,
atau pencarian rasa yang kian malas?

dimanakah dia teman jiwa
sedang langkah semakin lelah?
di bukit merah ini, aku menjaga sunyi

(ingin berlari tapi hati masih tercumbu mimpi)


*juni'06 

26/06/06

rindubunda



I  B  U



ibu, ibu,

aku rindu!

17/06/06

rindubakau

BANGAU DI ATAS BAKAU



kawan, lihatlah!
rombongan bangau itu sudah terbang
apatah takut mereka dengan sampan kita

duh, indahnya
tadi sudah direkam? lelah kita menyusur sungai cokelat ini

kawan, esok kita kembali
mengintip bangau bernyanyi
tapi jangan kau keluarkan lagi erang itu
bukan hanya bangau, aku pun jadi terganggu

"aku mengerang bukan karena melihat bangau, aku mengerang karena lapar. kau sadar tidak perut kita belum terisi apaapa dari pagi tadi."

alamak!
putar kayuh, juwita pasti tlah menunggu
di tengah bakau itu kita rangkai rindu

kawan, heninglah!
bivak hijau kita menebar wangi sarimi
o, tuhan
o, tuhanku
aku cinta pada Mu


                       

                       *buat kawanku nto gendut di bengkulu      
                         (masi bergumul di bakau juga pren?) 



16/06/06

rinduhening

JEJAK HENING






di belantara ini aku menjejakkan kaki tanpa pujapuji
hanya kata, yang terlalu lama tersekap di kosongnya minda
meranti merah yang dahulu amat kau cinta
kini rebah mencumbu seresah,
aku berdiri di sampingnya

tajuk yang rimbun, liana yang anggun
jadi saksi ikrar WANARIMBUN, katamu
 
oh, kau terimakah pesanku diwaktu senja itu?
aku ingin menjelajah hutan
aku ingin memeluk bukit
aku ingin mencium belerang
seperti pertama kita bersitatap

"kabut... oh, betapa indah kabut itu,"
"aku tidak merasakan keindahannya."
"sebab jiwamu menjauh dari hening!" 

kau memandangku dengan jutaan anak panah
aku bertanya: "kenapa kamu menatapku sambil melepas jutaan anak panah?"

senyum
aku terhenyak dalam kagum

(jadi kau benarbenar tak menerima pesanku di waktu senja itu)

meranti merah telah menghitam
seresah hitam menyapa hatiku yang kelam

aku melihat purnama 
aku mendengar tawa

dalam hening, aku berjalan pulang
hutanmu entah kemana


 

04/06/06

rindutatap

ENGKAU TIDAK DATANG HARI INI


terik memang hadir di kota ini, bersama lirik
tapi engkau belum juga datang, sedang aku hampir lelah

di taman kota
serombongan bocah terkikik
mengejek gerobak es tebu yang merangkak menyusur trotoar
koar camar
sampai juga ke jiwaku

tiba tiba terik berganti langit burik
sebentar lagi hujan akan turun
aku lihat wajahmu di atas sana
tanpa senyum

kapal baru saja bersandar
o, apa kabar?

aku masih menunggu di taman, di kota ini
bersama satu rasa , yang kian lelah

engkau belum juga datang



tpi, awal juni’06

22/05/06

22/05/06

rindusepi






seorang perempuan menyelinap dalam mimpiku dengan setangkai rindu 

"bolehkah aku menyematkan rindu ini di hatimu?"
"o, untuk apa?"
"agar sepi tak lagi mencumbu kita"

lalu dia menangis,
aku belum juga mengerti