rindujiwa
perempuan imaji

jejak yang kuayunkan telah pun sampai pada titik nol berbekas di atas cadas mungkinkah ini karena hati terlalu keras, atau pencarian rasa yang kian malas?
dimanakah dia teman jiwa sedang langkah semakin lelah? di bukit merah ini, aku menjaga sunyi
(ingin berlari tapi hati masih tercumbu mimpi)
*juni'06
rindubunda
I B U

ibu, ibu,
aku rindu!
rindubakau
BANGAU DI ATAS BAKAU

kawan, lihatlah! rombongan bangau itu sudah terbang apatah takut mereka dengan sampan kita
duh, indahnya tadi sudah direkam? lelah kita menyusur sungai cokelat ini
kawan, esok kita kembali mengintip bangau bernyanyi tapi jangan kau keluarkan lagi erang itu bukan hanya bangau, aku pun jadi terganggu
"aku mengerang bukan karena melihat bangau, aku mengerang karena lapar. kau sadar tidak perut kita belum terisi apaapa dari pagi tadi."
alamak! putar kayuh, juwita pasti tlah menunggu di tengah bakau itu kita rangkai rindu
kawan, heninglah! bivak hijau kita menebar wangi sarimi o, tuhan o, tuhanku aku cinta pada Mu
*buat kawanku nto gendut di bengkulu (masi bergumul di bakau juga pren?)
rinduhening
JEJAK HENING

di belantara ini aku menjejakkan kaki tanpa pujapuji hanya kata, yang terlalu lama tersekap di kosongnya minda meranti merah yang dahulu amat kau cinta kini rebah mencumbu seresah, aku berdiri di sampingnya
tajuk yang rimbun, liana yang anggun jadi saksi ikrar WANARIMBUN, katamu oh, kau terimakah pesanku diwaktu senja itu? aku ingin menjelajah hutan aku ingin memeluk bukit aku ingin mencium belerang seperti pertama kita bersitatap
"kabut... oh, betapa indah kabut itu," "aku tidak merasakan keindahannya." "sebab jiwamu menjauh dari hening!"
kau memandangku dengan jutaan anak panah aku bertanya: "kenapa kamu menatapku sambil melepas jutaan anak panah?"
senyum aku terhenyak dalam kagum
(jadi kau benarbenar tak menerima pesanku di waktu senja itu)
meranti merah telah menghitam seresah hitam menyapa hatiku yang kelam
aku melihat purnama aku mendengar tawa
dalam hening, aku berjalan pulang hutanmu entah kemana
rindutatap
ENGKAU TIDAK DATANG HARI INI
terik memang hadir di kota ini, bersama lirik tapi engkau belum juga datang, sedang aku hampir lelah
di taman kota serombongan bocah terkikik mengejek gerobak es tebu yang merangkak menyusur trotoar koar camar sampai juga ke jiwaku
tiba tiba terik berganti langit burik sebentar lagi hujan akan turun aku lihat wajahmu di atas sana tanpa senyum
kapal baru saja bersandar o, apa kabar?
aku masih menunggu di taman, di kota ini bersama satu rasa , yang kian lelah
engkau belum juga datang
tpi, awal juni’06
rindusepi

seorang perempuan menyelinap dalam mimpiku dengan setangkai rindu
"bolehkah aku menyematkan rindu ini di hatimu?"
"o, untuk apa?"
"agar sepi tak lagi mencumbu kita"
lalu dia menangis,
aku belum juga mengerti
|